Korea Selatan yang Dulu Dipuji, Kini Kekurangan Ranjang untuk Korban COVID-19

Minggu 30-08-2020,00:00 WIB

Negara itu pertama kali mengalami lonjakan kasus lebih awal ketika pandemi menyebar dari Wuhan, Tiongkok, awal tahun ini.

Wabah sempat terkendali namun pada Agustus kembali terjadi lonjakan kasus setelah muncul klaster penularan baru dari gereja yang menyebar ke aksi unjuk rasa politik di Seoul, yang diikuti oleh puluhan ribu orang dari seluruh negeri.

Pada Jumat, Pemerintah Korea Selatan mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, yakni membatasi jam operasi restoran di wilayah ibu kota, seiring dengan virus yang terus menyebar di lingkungan gereja, kantor, panti wreda, dan fasilitas medis.

Aturan itu mulai berlaku Minggu (30/8) hingga sepekan ke depan, dengan larangan makan di restoran, pub, toko roti di atas pukul 21.00, sementara kedai-kedai kopi --yang beberapa diidentifikasi sebagai tempat penularan-- dibatasi hanya untuk pesanan dibawa pulang dan layanan pengiriman.

Sedangkan gereja, kelab malam, pusat kebugaran, dan sebagian besar sekolah di Seoul telah ditutup, dan masker wajib dikenakan di tempat publik. (ant/dil/jpnn)

Sumber: www.jpnn.com

Tags :
Kategori :

Terkait